Dedi Mulyadi Gunakan Uang Ratusan Juta dari Youtube buat Ini Tak Dimasukan menuju Kantong Pribadi

Melepas jabatan Bupati Purwakarta dua periode, Dedi Mulyadi (50) terpilih sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Purwakarta, Karawang, dan Bekasi pada Pileg 2019 dengan mengantongi 206.621 suara. Dedi menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPR RI. Selama menduduki jabatan publik, dia memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi dengan warga.

Sejak jadi anggota DPR, ia kemudian memanfaatkan kanal YouTube untuk berbagi aktifitasnya sebagai anggota DPR maupun aktifitas kesehariannya. Adapun unggahan videonya banyak terkait aktifitasnya bertemu lansia yang masih berjualan di jalan, pemulung, pengamen, bahkan anak terlantar dan warga kurang beruntung. Dia juga kerap membagikan video dirinya sedang mengadvokasi perselisihan keluarga hingga berujung di meja hijau. Seperti yang dialami REKoswara, kakek 85 tahun di Kota Bandung yang digugat anaknya, Deden.

Koswara digugat karena dinilai melakukan perbuatan melawan hukum dan digugat anaknya Rp 3 miliar lebih. Dedi mengatakan, aktifitasnya menemui berbagai lapisan masyarakat yang ditemuinya di jalanan merupakan kebiasaannya sejak jadi pejabat publik. Jabatan publik yang dia duduki sejak dua dekade lalu, mulai dari Anggota DPRD Purwakarta, Wakil Bupati, BupatiPurwakarta dua periode dan akhirnya terpilih anggota parlemen.

Ada harapan Dedi, bahwa cerita dan kisah di video yang dia bagi bisa menginspirasi banyak orang untuk peduli pada warga di sekitarnya yang belum beruntung. "Video yang saya share sekedar berbagi kisah, berbagi inspirasi dengan semua orang bahwa masih ada di luar sana yang nasibnya belum beruntung. Sehingga dengan berbagi inspirasi, kita bisa selalu tergerak untuk membantu sesama," ucap Dedi. Untuk merekam video, selain melibatkan staf, dia juga merekam sendiri dengan ponselnya.

"Ada tukang cendol lewat depan rumah, saya beli, ajak ngobrol tentang kisah kesehariannya. Lalu dimasukin. Nah, awalnya saya enggak ngerti YouTube, pake YouTube biasanya dulu buat nonton wayang, enggak tahu bisa hasilin duit," ucap dia. Jay, stafnya, memberi tahu ternyata dari setiap unggahan video, menambah banyak subscribe. Dia mengaku tidak tahu apa itu subscribe. "Saya tanya, dampaknya apa kalau nambah banyak, katanya nambah viewer.

Dampak viewer katanya ad sense nya naik. Saya awalnya makin enggak ngerti, yang pasti kegiatan keliling saya selain di DPR, tetap jalan. Saya enggak ngerti," ujarnya. Konten YouTube sendiri saat ini memberlakukan pembayaran bagi setiap konten yang memiliki banyak subscribe dan viewer. Akhirnya, Dedi diberitahu ihwal itu dari salah seorang Youtuber. "Saya dikasih tahu konten saya katanya sudah bisa hasilkan uang. Saya makin enggak ngerti, tanya tanya dan akhirnya diurus," ucap dia.

Dengan 600 ribu subscriber lebih dan konten videonya banyak dilihat netizen, Dedi berbagi bocoran soal timbal balik atau keuntungan berupa uang dari konten yang dia share. "Itu mulai dapat monetize belum lama inilah, karena dari bertahun tahun, baru diurus belum lama ini. Bocorannya dapat berapa, bisa lah ngasi rejeki ke oranglain kalau lagi di jalan. Beli mobil murah per bulan juga bisa," ujar Dedi seraya tertawa. Namun, ia menjelaskan yang dari YouTube nya tidak digunakan untuk dia pribadi. Dia membaginya dengan staf dan warga kurang beruntung yang dia temui di manapun.

Dia mengaku itu bermanfaat, yakni bisa berbagi rejeki dengan warga kurang mampu. Harga mobil murah sendiri saat ini berkisar di harga Rp kurang dari 150 juta. Dengan nilai itu, Dedi mengaku tidak mengambil keuntungan dari konten yang dia buat. "(Adsense) Enggak masuk ke kantong saya, saya enggak ngambil. Manfaatnya saya bisa berbagi terus. Gini deh, saya itu mikirnya ngasih itu enggak harus ganti lho, bener. Jadi yang biasanya saya ngasih honor ke staf pakai uang di dompet, sekarang kebantu sama yang ini. Honor anak anak cukup. Lalu bantu operasional saya juga dan uangnya saya suka kasih lagi ke warga yang saya temui di jalan," ucap dia kembali tertawa. Di DPR, Dedi salah satu dari sekian banyak anggota yang mengelola YouTube. Meski begitu, dia kerap ditanya sesama kolega untuk mengelola mediasosial. Saat ini, kata dia, teknologi mengubah banyak hal. Sekarang, aktifitas anggota DPR jadi tontonan.

"Dulu, mana ada sih kunjungan anggota DPR jadi tontonan. Diberitain pun dikit yang baca. Hari ini, coba lihat video kunjungan kerja saya (soal penambangan) di Pantai Matras di Bangka, penontonnya tinggi. Dari penonton tinggi, orang jadi ikut peduli ke sana, warga sana jadi terbantu," ucap Dedi. Meski sudah menghasilkan ratusan juta, Dedi tidak menjadikan aktifitasnya di YouTube sebagai yang utama. Ia tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai Anggota DPR. Kalaupun ada penghasilan tambahan dari video aktifitasnya sebagai anggota DPR, itu untuk dikembalikan lagi warga yang kurang beruntung.

"Saya tetap fokus sebagai anggota DPR di Komisi IV yang membidangi pertanian, lingkungan hingga kehutanan. Keuntungan yang saya dapat dari video yang saya share, saya kembalikan lagi ke staf saya, ke penonton dan ke warga yang membutuhkan," ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *