Korea Utara Batalkan Pyongyang Marathon karena Pandemi Virus Corona

Korea Utara telah membatalkan acara tahunan Pyongyang Marathon karena pandemi virus corona. Informasi ini disampaikan oleh narasumber yang merupakan sebuah agen tur. Pagelaran olah raga yang secara resmi dikenal sebagai Mangyongdae Prize International Marathon.

Melaporkan, Pyongyang Marathon dijadwalkan akan diadakan di Ibu Kota Korea Utara mulai 5 11 April 2021. "Pyongyang Marathon 2021 telah secara resmi dibatalkan," kata Koryo Tours, operator berbasis di Beijing yang mengkhususkan diri dalam tur Korea Utara, di Twitter pada Kamis (4/3/2021). "Tapi balapan tahun depan harus dilakukan pada 10 April 2022 (tergantung pada situasi COVID global tentunya)," tambahnya

Perusahaan tersebut merupakan mitra resmi acara internasional. Marathon juga dibatalkan tahun lalu karena negara itu menutup perbatasannya untuk mencegah virus corona. Pada Januari, Koryo Tours mengatakan bahwa maraton tahun ini akan mencakup opsi virtual.

Opsi ini memungkinkan peserta berlari di tempat tinggal mereka selama periode acara. Namun, rencana itu dibatalkan satu minggu kemudian. Hampir semua negara di dunia tengah menghadapi persoalan yang sama, yakni pandemi virus corona atau Covid 19.

Di tengah pandemi yang meresahkan negara negara di dunia itu, Korea Utara mengklaim tidak ada satu kasus virus corona di negaranya. Klaim ini tetap diutarakan meskipun di luar negeri, kasus infeksi global hampir mencapai satu juta. Mengutip AFP, Korut yang sudah terisolasi dan memiliki senjata nuklir, dengan cepat menutup perbatasannya pada Januari setelah virus pertama kali terdeteksi di negara tetangganya China.

Selain itu, Korut juga memberlakukan tindakan pengamanan yang ketat. Pak Myong Su, Direktur Departemen Anti epidemi Markas Besar Darurat Anti epidemi Darurat Korut, menegaskan upaya tersebut telah sepenuhnya berhasil. "Sejauh ini tidak ada satu orang pun yang terinfeksi virus corona di negara kami," kata Pak kepada AFP.

Dia juga bilang, "Kami telah melakukan tindakan preemptive dan ilmiah seperti inspeksi dan karantina untuk semua personel yang memasuki negara kami dan sepenuhnya mendisinfeksi semua barang, serta menutup perbatasan dan memblokir jalur laut dan udara."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *